Assalamu’alaikum wr.wb
Perkenalkan nama saya Riski, di postingan
kali ini saya ingin membahas tentang proses awal manusia. Apakah pernah
kawan-kawan berfikir kenapa kita diciptakan oleh Allah ??? Saya sedikit akan
berbagi dengan kawan semua, namun tidak bisa semua saya posting sekaligus. Saya
akan bagi dalam beberapa tahap postingan ^_^ Harap maklum ...
Hhehe (masih belajar).
Bismillaaahirrahmaaanirrohiiim.
Pernahkah terbayangkan untuk apa Allah
menciptakan manusia di bumi ? Inilah salah satu potongan ayat yang menjelaskan
mengapa Allah menciptakan manusia di bumi.
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para
Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka
bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah)
di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah,
padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan
Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak
kamu ketahui." (Q.S Al- Baqarah ayat 30)
Yupz, inilah salah satu alasan mengapa Allah
menciptakan manusia. Manusia diperintahkan oleh Allah untuk menjadi seorang
khalifah. Apa sih sebenarnya khalifah itu ? menurut pendapat saya, khalifah
adalah wakil yang diturunkan oleh Allah dimuka bumi untuk menjaga dan merawat
bumi agar senantiasa damai dan sejahtera serta berpegang teguh pada sebuah
aqidah, yaitu ISLAM.
Sebenarnya tugas seorang khalifah bukan hanya
terbatas pada menjaga dan merawat bumi, namun juga untuk mengajak umat manusia
agar menjadi umat yang selamat dunia dan akhirat melalui naungan agama ISLAM.
Salah satu cara untuk mengajak umat untuk menegakkan ISLAM adalah dengan cara
berdakwah. Cara kita berdakwah tidak harus memakai sarung, sorban, dll. Namun
memakai pakaian non formal pun bisa, dakwah biasanya lebih enak dilakukan
dengan pendekatan secara personal seperti sharing, kajian ilmu, dan masih
banyak lagi caranya. Oke kita back to basic bahasan tentang penciptaan.
“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia
melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (Q.S Adz-Dzariyat ayat 56)
Menurut saya definisi kata “mengabdi” dalam
ayat diatas adalah beribadah kepada Allah. Mengabdi kepada Allah disini bukan
hanya dalam makna sholat, zakat, dan puasa. Tapi kata ibadah dalam artian luas,
seperti membantu orang lain, mengajak orang lain ke jalan Allah, bersedekah,
mengabdi kepada orang tua dan masih banyak lagi.
1. Bukankah telah datang atas manusia satu waktu
dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut ?
2. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia
dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak
mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia
mendengar dan melihat.
3. Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan
yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir. (Q. S Al Insan ayat
1-3)
Ternyata nikmat mendengar telinga dan nikmat
melihat mata kita adalah sebuah ujian dari Allah SWT bagi kita. Sayangnya,
banyak dari kita mendustakan nikmat mendengar dan melihat ini dengan cara
mengingkari nikmat tersebut. Mata dan telinga yang seharusnya kita gunakan
untuk beribadah kepada Allah SWT namun pada kenyataannya malah digunakan untuk
kegiatan yang tidak bermanfaat.
Yupz, inilah salah satu kesalahan besar yang
sering kita lakukan yaitu “ingkar”. Dulu waktu kita masih berada di
alam ruh, sebelum memasuki alam rahim kita pernah berjanji kepada Allah yang
dikutip dalam surat Al – Araf ayat 172 :
“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan
keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian
terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?"
Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi."
(Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan:
"Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini
(keesaan Tuhan)". (Q.S Al Araf ayat 172)
Inilah perjanjian yang pernah kita lakukan
dengan Allah SWT, pernahkah kita ingat kawan bahwa kita pernah berjanji seperti
ini ?? Saya yakin tidak ada yang ingat, karena ini semua terjadi di alam ruh
sebelum kita dilahirkan kawan.
Tidak bisa dipungkiri kawan, bahwa sebenarnya
kehidupan kita ini hanya untuk menyembah dan beribadah kepada Allah. Seperti
dikutip dalam surat Al Bayyinah ayat 5 :
“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya
menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama
yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang
demikian itulah agama yang lurus”.
Sangat rugi kehidupan seseorang yang jauh
dari Allah, mereka terus disibukkan dengan kegiatan-kegiatan yang tidak ada
manfaat dan sifatnya sementara. Sungguh kosong hatinya karena tidak ada Allah
dalam hatinya, dan orang seperti itulah yang disebut “raganya hidup namun
jiwanya mati”, naudzu billah. Kawan, marilah landasi kehidupan kita atas dasar
karena Allah, karena Alllah lah kita hidup, karena Allah lah kita berjuang,
karena Allah lah kita beribadah, dan Karena Allah lah mencintai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar