Selasa, 21 Mei 2013

Penciptaan Manusia

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7K2ess9zjylHyJnVJZG8Qa7pxGZXEDvr1ckxTkcWXRK4IbNxsLph8X3FxXCYYUat1G_GUUsVz0CBDvwwqF-VEWin3dg16A8KE0p3WfSutrEzwOFe4EAO1OKdvtlDvG4OdS5YGLWQRMhVH/s1600/draft_lens4370512module30692732photo_1241221392perkembangan_janin.gif
Assalamu’alaikum wr.wb
Perkenalkan nama saya Riski, di postingan kali ini saya ingin membahas tentang proses awal manusia. Apakah pernah kawan-kawan berfikir kenapa kita diciptakan oleh Allah ??? Saya sedikit akan berbagi dengan kawan semua, namun tidak bisa semua saya posting sekaligus. Saya akan bagi dalam beberapa tahap postingan ^_^ Harap maklum ...
Hhehe (masih belajar).
Bismillaaahirrahmaaanirrohiiim.
Pernahkah terbayangkan untuk apa Allah menciptakan manusia di bumi ? Inilah salah satu potongan ayat yang menjelaskan mengapa Allah menciptakan manusia di bumi.
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." (Q.S Al- Baqarah ayat 30)
Yupz, inilah salah satu alasan mengapa Allah menciptakan manusia. Manusia diperintahkan oleh Allah untuk menjadi seorang khalifah. Apa sih sebenarnya khalifah itu ? menurut pendapat saya, khalifah adalah wakil yang diturunkan oleh Allah dimuka bumi untuk menjaga dan merawat bumi agar senantiasa damai dan sejahtera serta berpegang teguh pada sebuah aqidah, yaitu ISLAM.
Sebenarnya tugas seorang khalifah bukan hanya terbatas pada menjaga dan merawat bumi, namun juga untuk mengajak umat manusia agar menjadi umat yang selamat dunia dan akhirat melalui naungan agama ISLAM. Salah satu cara untuk mengajak umat untuk menegakkan ISLAM adalah dengan cara berdakwah. Cara kita berdakwah tidak harus memakai sarung, sorban, dll. Namun memakai pakaian non formal pun bisa, dakwah biasanya lebih enak  dilakukan dengan pendekatan secara personal seperti sharing, kajian ilmu, dan masih banyak lagi caranya. Oke kita back to basic bahasan tentang penciptaan.
“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (Q.S Adz-Dzariyat ayat 56)
Menurut saya definisi kata “mengabdi” dalam ayat diatas adalah beribadah kepada Allah. Mengabdi kepada Allah disini bukan hanya dalam makna sholat, zakat, dan puasa. Tapi kata ibadah dalam artian luas, seperti membantu orang lain, mengajak orang lain ke jalan Allah, bersedekah, mengabdi kepada orang tua dan masih banyak lagi.
1.  Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut ?
2.  Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.
3.  Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir. (Q. S Al Insan ayat 1-3)
Ternyata nikmat mendengar telinga dan nikmat melihat mata kita adalah sebuah ujian dari Allah SWT bagi kita. Sayangnya, banyak dari kita mendustakan nikmat mendengar dan melihat ini dengan cara mengingkari nikmat tersebut. Mata dan telinga yang seharusnya kita gunakan untuk beribadah kepada Allah SWT namun pada kenyataannya malah digunakan untuk kegiatan yang tidak bermanfaat.
Yupz, inilah salah satu kesalahan besar yang sering kita lakukan yaitu “ingkar”. Dulu waktu kita masih berada di alam ruh, sebelum memasuki alam rahim kita pernah berjanji kepada Allah yang dikutip dalam surat Al – Araf ayat 172 :
“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)". (Q.S Al Araf ayat 172)
Inilah perjanjian yang pernah kita lakukan dengan Allah SWT, pernahkah kita ingat kawan bahwa kita pernah berjanji seperti ini ?? Saya yakin tidak ada yang ingat, karena ini semua terjadi di alam ruh sebelum kita dilahirkan kawan.
Tidak bisa dipungkiri kawan, bahwa sebenarnya kehidupan kita ini hanya untuk menyembah dan beribadah kepada Allah. Seperti dikutip dalam surat Al Bayyinah ayat 5 :
“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus”.
Sangat rugi kehidupan seseorang yang jauh dari Allah, mereka terus disibukkan dengan kegiatan-kegiatan yang tidak ada manfaat dan sifatnya sementara. Sungguh kosong hatinya karena tidak ada Allah dalam hatinya, dan orang seperti itulah yang disebut “raganya hidup namun jiwanya mati”, naudzu billah. Kawan, marilah landasi kehidupan kita atas dasar karena Allah, karena Alllah lah kita hidup, karena Allah lah kita berjuang, karena Allah lah kita beribadah, dan Karena Allah lah mencintai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar