Jumat, 04 Desember 2015

DOPPER

Bagi sebagian orang mungkin asing dengan istilah dopper ? Apa sih itu dopper ? seperti apa sih dopper ini ? Namun, bagi sebagian orang lain, mendengar kata dopper membuat bulu kuduk merinding dan mungkin kata yang terucap adalah mengerikan. Nah, buat teman – teman yang belum tahu apa itu dopper ga usah penasaran, di postingan kali ini saya akan coba mengupas apa itu dopper. So, check this out ...

Dopper adalah salah satu latihan khusus dan wajib yang dilakukan oleh setiap prajurit TNI (Tentara Nasional Indonesia) khususnya lingkungan TNI AD dan pasukan khusus dari tiap angkatan lain yang dopper ini sendiri bertujuan untuk melatih mental dan konsentrasi para personel agar siap dengan kondisi seberat apapun di medan tempur.
Dopper ini diposisikan dengan para prajurit merayap membawa senjata dengan jarak yang sudah ditentukan dan para personel ini diharuskan untuk mampu menembak sasaran dengan tepat. Tentunya tidak segampang itu mereka lewat, di kiri & kanan mereka akan ada rentetan peluru tajam yang ditembakkan dari senjata AK – 47 atau SSv2 buatan PT Pindad yang dilakukan oleh para pelatih, yang memang para pelatih ini sendiri di khususkan untuk mengganggu konsentrasi para prajurit siswa maupun prajurit yang melakukan latihan dopper. Dan memang pada dasarnya para pelatih dopper ini sendiri adalah para prajurit terbaik dan terlatih di kesatuannya. 
Untuk medan dopper ini sendiri dilakukan di sebuah jalur yang memang sengaja dibuat khusus untuk dopper. Jalur lurus memanjang dengan jarak sekitar 30 meter – 50 meter. Dopper bisa dilakukan di tanah kering berpasir dan berdebu atau dilakukan di tanah berlumpur. Para pelatih yang ditugaskan untuk mengganggu para pelaku dopper ini sendiri bisa ditempatkan di belakang atau samping, tergantung dengan settingan medan dopper tersebut, tentunya dengan posisi tempat yang lebih tinggi dari tanah agar memudahkan mereka untuk menembak.
Karena menggunakan perluru tajam dan hanya dilengkapi dengan helm pelindung kepala mebuat latihan ini terasa amat mengerikan, bukan hanya bagi yang melakukan baik pelaku dopper sendiri dan pelatih, namun kita yang menyaksikannya juga ikut merasa ngeri. Bagaimana tidak, jika 1 saja dari puluhan bahkan ratusan peluru tajam yang ditembakkan oleh pelatih itu sampai mengenai badan mereka maka apa yang akan terjadi ? Jangankan mengenai badan yang hanya menggunakan baju saja, peluru tajam itu kena helm baja saja bisa tembus. Anda tidak percaya peluru bisa tembus helm baja ? Coba, datang saja ke museum AKMIL di Magelang disana ada pajangan helm Alm. Taruna (anumerta) Socheh yang bolong kena peluru tajam.
Apakah kejadian ini disengaja oleh pelatih ? Tentu tidak kawan, orang mana yang ingin mendapatkan musibah ? hehe. Kejadian ini hampir dapat dipastikan ini sebuah ketidak sengajaan dari pelatih. Karena saat dopper itu bagian yang disasar pelatih itu bukan para pelaku dopper langsung, melainkan areal disakitar pelaku dopper baik bagian kanan – kiri badan atau depan. Kecelakaan mungkin saja terjadi karena peluru yang ditembakkan pelatih ke tanah memantul karena terkena bagian tanah yang lebih keras atau mengenai batu. Hanya Allah yang tahu tentang kejadian sesungguhnya.
Latihan ini dianggap oleh militer dari beberapa negara lain dianggap terlalu sadis dan brutal. Mengapa tidak, dalam latihan ini tidak sedikit para pelaku dopper yang harus gugur di medan latihan ini. Namun, TNI tetap menggunakan latihan dopper ini sebagai latihan wajib yang harus dilakukan dan dipertahankan.
Dari pengalaman beberapa para pelaku dopper maupun pelatih yang saya kenal, walaupun mereka ada di posisi yang berbeda saat latihan, namun keduanya mempunyai beberapa kesamaan. Yaitu khawatir jatuh korban dan tentunya harus berkonsentrasi penuh saat pelaksanaan latihan karena ini urusannya adalah nyawa seseorang. Dalam pelaksanaannya sendiri, tidak hanya para prajurit siswa atau prajurit tingkat bawah yang melaksanakan latihan ini, melainkan prajurit tingkat atas seperti Komandan Batalyon yang biasanya berpangkat Letkol (Letnan Kolonel) juga diharuskan ikut latihan ini jika kesatuannya sedang pendidikan.
Oke, saya kira cukup sekian penjelasan dari saya tentang dopper semoga mudah dipahami dan dimengerti oleh para pembaca sekalian. Satu kata terakhir dari saya, Jaya Selalu TNI !
#Salam
Assalamu’alaikum.
*Berikut aya lampirkan beberapa foto dan video pelaksaan dopper yang dapat saya rangkum. selamat menyaksikan.



















Tidak ada komentar:

Posting Komentar