Jomblo ??? Sebuah gelar yang disebagian telinga
orang-orang masih terdengar sangat memilukan, sepertinya menyandang gelar
sebagai jomblowan dan jomblowati merupakan aib yang memalukan
bagi dirinya. JOMBLO = GA LAKU ?? Inilah salah mindset yang salah dari beberapa
orang tentang label seorang "jomblo". Ada beberapa orang yang memilih
untuk "MEN-JOMBLO-KAN" dirinya karena beberapa faktor, diantaranya :
ga ada waktu buat pacaran, sakit hati karena sering patah hati, dan masih
banyak lagi alasan yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata :)
Hhehehe ...
Sebenarnya jomblo itu memberikan beberapa
manfaat bagi sang "jomblowan dan jomblowati" yang terkadang
tidak dialami oleh orang-orang yang memiliki pasangan. Mau tau manfaat
menjomblo apa aja ?? Nih ane kasih.
Kehidupan para
lajang selalu diremehkan. Padahal ketika lajang, kita bisa menari gila-gilaan,
menggoda teman kampus yang imut dan kalau diajak pergi keluar negeri — selama
uang tidak masalah — kenapa tidak ?
Ternyata
kehidupan melajang bukan hanya lebih menyenangkan, tapi juga meningkatkan
kesehatan. Jadi jangan sedih kalau kamu masih melajang. Senyumlah, karena ini
manfaat melajang!
Keuangan lebih
kuat. Menikah memang dapat mengurangi biaya
sehari-hari, tetapi acara perkawinan itu sendiri memakan banyak biaya. Biaya
pernikahan di Inggris rata-rata sebesar 18.500 pounds (Rp 262 juta). Tidak
hanya biaya pernikahan yang tinggi, biaya perceraian juga tinggi. Di Inggris
besarnya 13.000 pounds (Rp 184 juta). Apakah
ada pengaruhnya terhadap kesehatan? Tentu saja. Orang makmur hidup lebih sehat
sepanjang hidupnya, dan mereka hidup lebih lama daripada mereka yang berasal
dari kelas ekonomi rendah.
Tubuh lebih
sehat. Tampaknya jika kita menikah, kita tidak hanya
mendapatkan pasangan tapi juga berat badan ekstra. Sebuah jajak pendapat
menunjukkan, hanya 27 persen orang dewasa yang mampu melakukan aktivitas fisik
sebanyak 150 menit setiap pekan seperti yang dianjurkan. Dari 27 persen itu,
sebagian besar telah menikah. Menurut peneliti AS, 46 persen dari 5.000 orang
yang berpartisipasi dalam penelitian tersebut naik 9 kg setelah menikah.
Namun berat
badan pria tidak terlalu terpengaruh. Berbeda dengan wanita, berat badan pria
justru meningkat ketika bercerai.
Lebih banyak
teman. Meninggalkan temanmu untuk sebuah
makan malam romantis adalah tanda yang paling jelas dari hubungan yang serius.
Walaupun begitu, pertemanan adalah hal yang paling berharga. Sebuah penelitian
di Australia yang dilakukan selama 10 tahun menemukan, orang tua yang punya
banyak teman hidup lebih lama daripada mereka yang temannya sedikit. Para
peneliti Harvard juga menemukan, ikatan sosial yang kuat mampu meningkatkan
kesehatan otak seiring berjalannya usia.
Ada lagi
penelitian yang membuktikan, mereka yang punya hubungan sosial yang tinggi 50
persen hidup lama. Jadi teman bukan hanya untuk sekedar berbagi rahasia dan
berkaraoke bersama.
Jarang bertengkar. Berteriak memaki pasanganmu hingga serak sangat tidak
menyenangkan. Banyak risiko kesehatan yang diakibatkan oleh berkelahi dengan
orang yang dicintai. Penelitian terbaru menunjukkan, stres pernikahan bisa
berdampak buruk bagi jantung. Stres pernikahan juga mempunyai dampak yang lebih
buruk bagi wanita dibandingkan pria. Wanita yang memendam emosinya saat
bertengkar empat kali mati lebih cepat daripada mereka yang blak-blakan.
Porsi makan
lebih kecil. Dongeng selalu bercerita tentang
perempuan yang bertemu dengan pria, jatuh cinta, menikah dan hidup bahagia
selamanya. Apa yang tidak diceritakan dalam dongeng adalah ketika kita menikah,
kita akan makan sebanyak porsi pria dan makanan-makanan berkalori lainnya.
Lebih cepat
sembuh. Ternyata menjadi lajang dan
jarang bertengkar berpengaruh bagus terhadap kekebalan tubuh. Penelitian yang
dilakukan di AS menemukan, luka pada pasangan yang memiliki banyak tekanan
pernikahan sembuh lebih lama daripada mereka yang sedikit bertengkar.
Masih merasa minder-kah para jomblowan dan
jomblowati ?? :D

Tidak ada komentar:
Posting Komentar