Assalamu’alaikum yaa ahlil
jannah (Insya Allah) Hhehe ... Haduh udah lama nih kaatib ga update kawan. Maaf
– maaf deh ... Pasti kawan” semua sekarang jadi “kudet alias kurang update” yah
karena kaatib jarang update ? Hhaha ... Oke,, sebagai salah
satu permintaan maaf kaatib buat para Ikhwan fillah rahimakumullah semua,
kaatib bakalan update edisi khusus tentang ‘’Khulafaurrasyidin” kawan ... Pasti
menarik nih yah buat dibahas.
Untuk
bahasan pertama kali ini, kaatib hanya akan memperkenalkan sedikit tentang
Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq ra. kawan. Untuk bagian yang lainnya, mungkin
next time bisa di posting, do’akan saja mudah”an katibnya sempet buat rangkum
semua. Oke, langsung disimak saja kawan .
Abu
bakar Ash-Shiddiq ra. sebenarnya memiliki nama Abdullah bin Usman bin Amir bin
Amru bin Ka'ab bin Sa'ad bin Taim bin Murrah bin Ka'ab bin Lu'ai bin Ghalib bin
Fihr al-Qurasy at-Taimi. Beliau bertemu nasabnya dengan Nabi Muhammad SAW pada
kakeknya Murrah bin Ka'ab bin Lu'ai. Ibunya adalah Ummu al-Khair Salma binti
Shakhr bin Amir bin Ka'ab bin Sa'ad bin Taim dan ayahnya adalah Usman bin Amir
bin Amru bin Ka'ab bin Sa'ad bin Taim bin Murrah bin Ka'ab bin Lu'ai bin Ghalib
bin Fihr al-Quraisy at-Taimi. Ayahnya diberi kuniyah (sebutan panggilan) Abu
Quhafah, makannya kawan semua jangan heran bila banyak ahli tarikh (sejarah)
yang menasabkan Abu Bakar dengan nama Abu Bakar bin Abu Quhafah. Ayah dan ibu
beliau berasal dari suku yang sama yaitu Bani Taim.
Mungkin
ada beberapa kawan yang bingung, kan nama aslinya Abdullah bin Usman kenapa
bisa disebut Abu Bakar ash-Shiddiq ? Oke, kita ceritakan satu persatu kawan.
Beliau disebut Abu Bakar karena dulu beliau pernah memiliki anak pertama laki –
laki bernama Bakar, namun meninggal sewaktu masih kecil. Maka dari itu beliau disebut
Abu Bakar yang berarti ayah dari Bakar. Hal ini terjadi karena salah satu
kebiasaan orang Arab dulu adalah suka menyebut nama ayah sesuai dengan nama
anak laki-laki pertamanya. Sedangkan, beliau mendapat kuniyah ash-Shiddiq
ketika Rasulullah SAW Isra ke Al Quds Masjidil Aqsa Palestina. Kita ceritakan
sedikit yah, ketika Abu Bakar sedang berada di suatu tempat, kemudian beliau di
datangi oleh beberapa orang kafir Quraisy yang mendatangi Abu Bakar dan
berbicara kepadanya bahwa Rasulullah adalah orang gila karena beliau (Rasul,
pen.) berangkat Isra dari Mekkah ke Palestina dan kembali lagi dalam waktu yang
sangat singkat yaitu hanya dalam waktu kurang dari 1 hari. Mereka berkata “Hai
Abu bakar, kemarin kami mengatakan bahwa Muhammad itu gila, akan tetapi kami
belum punya buktinya. Sekarang kami datang kepada engkau dan sekarang kami ada
buktinya kalau Muhammad itu gila”. Maka Abu Bakar bertanya “Apa buktinya bahwa
Rasulullah itu gila ?”. Mereka menjawab ” wahai Abu Bakar demi Allah mulai
sekarang berpisahlah engkau dengan Muhammad jangan sampai engkau ikut-ikutan
gila seperti dirinya, demi Allah kami telah mengetahui akar kegilaan Muhammad.
Akar kegilaan itu adalah pagi ini ia bercerita kepada kami bahwa kemarin malam
ia diberangkatkan oleh Tuhannya ke Masjidil Aqsa dan ia meng-imami shalat para
nabi, dan sementara pagi ini ia telah berada disisi kami dan ia bercerita
tentang perjalanannya kepada kami. Bukankah itu sebuah kegilaan ? engkau juga
tahu yang sering berdagang ke Syam wahai Abu Bakar berapa lama waktu yang
dibutuhkan untuk menuju kesana. Bukankah itu sebuah kegilaan yang sudah jelas
?”. Kemudian Abu Bakar bertanya “Benarkah kalian mendengar kata-kata itu dari
mulut Rasulullah sendiri ?”. Lalu mereka menjawab “Benar, kami mendengar itu
dari mulut Muhammad”. Abu Bakar menjawab “demi Allah, jika kalian mendengar itu
dari beliau langsung, maka demi Allah saya percaya dan beriman atas apa yang
beliau sampaikan”. Karena mereka (kafir Quraisy, pen.) gagal membujuk Abu
Bakar, mereka marah dan langsung mengeroyok Abu Bakar hingga beliau pingsan dan
digotong oleh beberapa orang kerumahnya. Dan ketika sadar, pertama-tama yang
beliau tanyakan adalah dimana kah dan bagaimana keadaan Rasulullah SAW berada.
Karena itulah Abu Bakar disebut ash-Shiddiq yaitu orang yang membenarkan
kebenaran.
Pada
masa jahiliyyah Abu Bakar ash-Shiddiq ra. disebut Atiq (tua) karena beliau
adalah anak pertama dan pada saat beliau masih muda, rambutnya sudah memutih.
Imam Ath-Thabari menyebutkan dari jalur Ibnu Luhai'ah bahwa anak-anak dari Abu
Quhafah ada tiga orang, yaitu pertama Atiq (yang tua), kedua Mu'taq (yang
dituakan) dan ketiga Utaiq (yang tua tapi kecil). Sayyidina Abu Bakar
Ash-Shiddiq ra. berasal dari kabilah Bani Taim. Kabilah Bani Taim ini merupakan
salah satu dari 12 kabilah utama suku Quraisy, kabilah ini dalam oligarki
pemerintahan kota Mekkah diberi tugas untuk mengelola akuntansi kenegaraan dan
perbendaharaan negara karena mereka dikenal disiplin dalam hal keuangan dan
terampil dalam mengelola perbendaharaan.
Untuk
masalah fisik, Abu Bakar adalah seorang yang bertubuh kurus, dan berkulit
putih. Anaknya, 'Aisyah binti Abu Bakar menerangkan karakter tentang ayahnya,
"Beliau (Abu Bakar, pen.) berkulit putih, kurus, tipis kedua pelipisnya,
kecil pinggangnya (sehingga kainnya seialu turun dari pinggangnya), wajahnya
seialu berkeringat, hitam matanya, berkening lebar, tidak bisa bersaja’ dan
selalu mewarnai jenggotnya dengan memakai hinai maupun katam”. Ada yang unik
nih kawan, karena badannya yang kurus inilah ketika sedang melaksanakan shalat,
seringkali sarungnya Abu Bakar melorot sampai harus beberapa kali dibetulkan.
Karena sejak muda Abu Bakar ini rambutnya sudah memutih kawan, seringkali
beliau mewarnai rambut dan janggutnya dengan warna kemerahan.
Abu
Bakar ash-Shiddiq ra. memiliki ahlak yang terkenal mulia, diantaranya beliau
terkenal dengan kebaikan, keberanian, kokoh pendirian, seialu memiliki ide-ide
yang cemerlang dalam keadaan genting, banyak toleransi, penyabar memiliki azimah (keinginan
yang keras), faqih, paling mengerti dengan garis keturunan (nasab, pen.) orang”
Arab dan berita-berita mereka, sangat bertawakkal kepada Allah dan yakin dengan
segala janjiNya. Beliau juga bersifat wara' dan jauh dari segala syubhat, zuhud
terhadap dunia, selalu mengharapkan apa-apa yang lebih baik di sisi Allah,
serta lembut dan ramah.
Abu
Bakar pernah menikahi Qutailah binti Abd al-Uzza bin Abd bin As'ad pada masa
Jahiliyyah dan dari pernikahan tersebut lahirlah Abdullah dan Asma'. Beliau
juga menikahi Ummu Ruman binti Amir bin Uwaimir bin Zuhal bin Dahman dari
Kinanah, dari pernikahan tersebut lahirlah Abdurrahman dan ‘Aisyah ra.. Beliau
juga menikahi Asma' binti Umais bin Ma'add bin Taim al- Khats'amiyyah, dan
sebelumnya Asma' diperisteri oleh Ja'far bin Abi Thalib. Dari hasil pernikahan
ini lahirlah Muhammad bin Abu Bakar, dan kelahiran tersebut terjadi pada waktu
haji Wada' di Dzul Hulaifah. Ada yang menarik nih kawan dari Asma' binti Umais
ini, beliau termasuk kedalam wanita – wanita yang mulia karena beliau pernah
menikah dengan Ja'far bin Abi Thalib, Abu Bakar ash-Shiddiq, dan Ali bin Abi
Thalib. Pada saat telah hijrah di Madinah, Abu Bakar menikahi Habibah binti
Kharijah bin Zaid bin Abi Zuhair dari Bani al-Haris bin al-Khazraj. Abu bakar
pernah singgah di rumah Kharijah ketika beliau datang ke Madinah dan kemudian
mempersunting putrinya, dan beliau masih terus tinggal dengannya di suatu
tempat yang disebut dengan as-Sunuh hingga Rasulullah saw. wafat. Dari
pernikahan tersebut lahirlah Ummu Kaltsum binti Abu Bakar setelah wafatnya
Rasulullah saw.
Abu
Bakar adalah salah satu dari sahabat Rasulullah yang paling mulia dan utama,
bahkan banyak yang menganggap bahwa Abu Bakar adalah sahabat yang paling utama
karena ilmunya dan kedekatannya dengan Rasulullah SAW. Beliau termasuk kedalam
10 orang sahabat Rasulullah SAW yang dijamin masuk surga, kesepuluh orang
sahabat tersebut adalah Abu Bakar ash Shiddiq, Umar bin al Khattab, Utsman bin
Affan, Ali bin Abi Thalib, Sa’ad bin Zaid, Abu Ubaidah bin al Jarrah, Sa’ad bin
Abi Waqqash, Abdurahman bin Auf, Zubair bin al Awwam, dan Thalhah bin
Ubaidillah.
Selain
termasuk kedalam 10 sahabat Rasulullah yang dijamin masuk surga, kaatib juga
akan menguraikan beberapa keutamaan Abu Bakar ash Shiddiq. Diantaranya adalah
diriwayatkan dari Abu Utsman dia berkata, "Telah berkata kepadaku Amru bin
al-Ash bahwa Rasulullah SAW. pernah mengutusnya dalam peperangan Dzatus
Salaasil, kemudian aku mendatanginya dan bertanya, "Siapakah orang yang
paling kau cintai ?” Maka Rasulullah saw. menjawab, '"Aisyah !" Kemudian
kutanyakan lagi, "Dari kalangan laki-laki ?" Rasul menjawab,
"Bapaknya." Kemudian kutanyakan lagi, "Siapa setelah itu ?"
Beliau menjawab, "Umar !" Kemudian Rasulullah saw. menyebutkan
beberapa orang lelaki".
Diriwayatkan
dari Ibnu Abbas ra dari Rasulullah saw. beliau bersabda, ”Andai saja aku
dibolehkan mengambil Khalil (kekasih) selain Allah pasti aku akan memilih Abu
bakar sebagai khalil namun dia adalah saudaraku dan sahabatku."
Diriwayatkan
dari Muhammad bin al-Hanafiyyah (salah satu dari anak Ali bin Abi Thalib,
tetapi bukan dari Fatimah, pen.) dia berkata, "Kutanyakan pada ayahku
siapa manusia yang paling baik setelah Rasulullah SAW. " Maka beliau
menjawab, "Abu Bakar !" Kemudian kutanyakan lagi, "Siapa
setelahnya ?" Beliau menjawab, "Umar." Dan aku takut jika dia
menyebut Utsman sesudahnya maka kukatakan, "Setelah itu pasti anda”. Namun
beliau menjawab, "Aku hanyalah salah seorang dari kaum muslimin."
*(Kejadian ini terjadi ketika Ali telah menjadi khalifah, dan saat itu sedang
terjadi perang Jamal antara Ali dengan Mu’awiyah bin Abu Sufyan serta ‘Aisyah
binti Abu Bakar, Thalhah bin Ubaidillah dan Zubair bin al Awwam. Banyak ahli
tarikh yang mengungkapkan kenapa Muhammad bin al-Hanafiyyah takut ayahnya
mengatakan orang yang paling baik setelah Umar adalah Utsman, karena beliau
takut orang - orang yang terlibat dalam pembunuhan Utsman membunuh Ali karena
tidak senang akan pendapat Ali tersebut).
Dari
Abu Sa'id al-Khudri, Rasulullah saw. bersabda, "Sesungguhnya orang yang
sangat besar jasanya padaku dalam persahabatan dan kerelaan mengeluarkan
hartanya adalah Abu Bakar. Andai saja aku diperbolehkan mengangkat seseorang
menjadi kekasihku selain Rabbku pastilah aku akan memilih Abu Bakar, namun
cukuplah persaudaraan se-lslam dan kecintaan karenanya. Maka jangan
ditinggalkan pintu kecil di masjid selain pintu Abu Bakar saja."
Diriwayatkan
dari Abu Hurairah berkata, "Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, "
Barangsiapa menginfakkan sesuatu dari dua yang dimilikinya di jalan Allah
niscaya akan diseru dari pintu-pintu surga, "Wahai Harnba Allah inilah
kebaikan. Maka barangsiapa termasuk ahli shalat maka akan dipanggil dari pintu
shalat, barang siapa termasuk golongan yang suka berjihad maka akan dipanggil
dari pintu jihad, dan barang siapa yang suka bersedekah maka akan dipanggil
dari pintu sedekah, barang siapa yang suka berpuasa maka akan dipanggil dari
pintu puasa dan dari pintu Ar Rayyan. Maka Abu Bakar berkata, ' Bagaimana jika
seseorang harus dipanggil dari setiap pintu, dan apakah mungkin seseorang dipangil
dari setiap pintu wahai Rasulullah saw.?' Rasulullah saw. menjawab, ' Ya, dan
aku berharap agar engkau wahai Abu Bakar termasuk salah seorang dari mereka'."
Selain
keutamaan Abu Bakar, beliau juga diceritakan oleh Rasulullah SAW bagaimana
beliau wafat, diantaranya adalah diriwayatkan dari Qatadah dari Anas bin Malik
dia pernah bercerita bahwa Nabi pernah menaiki gunung Uhud bersama Abu Bakar,
Umar dan Utsman, maka tiba-tiba gunung Uhud bergoncang dan Rasulullah SAW.
langsung berkata, "Diamlah wahai Uhud sesungguhnya di atasmu ada seorang
Nabi, seorang Shiddiq. dan dua syahid."
Diriwayatkan
dari Sa'id bin Musayyab dia berkata, "Telah berkata kepadaku Abu Musa
al-Asy'ari bahwa suatu hari dia berwudhu' di rumahnya kemudian berangkat keluar
dan berkata, "Aku harus mengiringi Rasulullah saw. hari ini." Beliau
berangkat ke mesjid dan bertanya di mana Nabi saw, maka dijawab bahwa beliau
keluar untuk suatu hajat (keinginan/keperluan, pen.), maka aku segera pergi
berusaha menyusulnya sambil bertanya-tanya, hingga akhirnya beliau masuk ke
kebun yang di dalamnya terdapat sebuah sumur bernama Aris, maka aku duduk di
pintu dan ketika itu pintunya terbuat dari pelepah kurma hingga beliau
menyelesaikan buang hajat dan setelah itu berwudhu, maka akupun berdiri
berjalan ke arahnya ternyata beliau sedang duduk-duduk di atas sumur tersebut
sambil menyingkap kedua betisnya dan menjulur-julurkan kakinya ke dalam sumur,
maka aku datang memberi salam kepadanya, kemudian kembali ke pintu sambil
berkata dalam hatiku, "Hari ini aku harus menjadi penjaga pintu Rasulullah
saw. Tak lama kemudian datanglah Abu Bakar ingin membuka pintu, maka
kutanyakan, "Siapa itu?" Dia menjawab, "Abu Bakar !" Maka
kukatakan padanya, "Tunggu sebentar!" Aku segera datang kepada
Rasulullah saw. dan bertanya padanya, "Wahai Rasulullah saw., ada Abu
Bakar datang dan minta izin masuk !" Rasulullah saw. berkata,
"Suruhlah dia masuk dan beritahukan padanya bahwa dia adalah penghuni
surga." Maka aku berangkat menujunya dan berkata, "Masuklah
sesungguhnya Rasulullah saw. memberitakan padamu kabar gembira bahwa engkau
adalah penghuni surga."
Oke,
mungkin hanya sekian dulu yang dapat kaatib berikan untuk sahabat semua, semoga
saja sedikit dari catatan kaatib ini dapat memberikan manfaat bagi kawan-kawan
semua. Semoga setitik tinta ini dapat menjadi lautan ilmu pengetahuan luas bagi
kita semua, Insya Allah.
*Sumber
:
-
Kitab Tartib wa Tahdzib Al-Kitab bidayah wan Nihayah . Penyusun Dr. Muhammad
bin Shamil as-Sulami.
-
Audio Salim A. Fillah (Siroh Abu Bakar ash Shiddiq part 1 & 2)

Pragmatic Play launches slots offering in-house - JTM Hub
BalasHapusPragmatic Play is set to offer more than 10 online 오산 출장안마 casino games including 문경 출장마사지 Slots, Blackjack, Roulette and Live 의정부 출장샵 Casino. The slot game 경상북도 출장마사지 has 전라남도 출장샵 been